
Oleh : Cholid Aldin (Staf Humas)
Alkisah, di sebuah kampus di sebuah negeri “al-balad”, sedang ramai2nya musim kampanye. Kampanye para pemuda masa depan yang hendak belajar menjadi politisi. Para calon politisi itu sedang sibuk2nya mengumpulkan massa untuk suksesi di kampusnya.
***
06.30 pagi.
Di ujung komplek gedung kegiatan mahasiswa (GuKiMa), terdengar sayup2 suara calon politisi itu, yang sedang mengadakan rapat konsolidasi bersama para masa “pendukung” nya.
- Ketua rapat itu membuka acara, “mari kita buka agenda kali ini, dengan bersama2 membaca Basmalah.
+ bismillahirohmanirrohim…. (serentak)
- Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah –nasib- suatu kaum, sehingga mereka yang mau mengubah jiwa mereka sendiri”. (Ar-Ra’ad:11).. Ikhwahfillah… alhamdulillah di tahun ini, bersama penambahan jumlah kader kita baik di universitas maupun di fakultas, sudah selayaknya kita membutuhkan tokoh2 muda, tokoh yg akan menghantarkan kita kepada mihwar kampus selanjutnya, kita harus memulai dan membuka pintu mihwar ini ke tahap yang lebih tinggi. yatu mihwar Dauly di wilayah kampus. Kita harus menguasai Eksekutif di tahun ini, kita sudah lama dan muak dgn tingkah para preman2 itu, kini saatnya lah kita menunjukkan eksistensi kita, kita tidak hanya jago kandang! KIta akan buktikan bahwa kita bisa!… masa yg hadir ditempat itu serentak….
+ Allahu Akbar..!!! sembari mengangkat tangan mereka tinggi2…
- kemudian sambutan dari ketua rapat konsolidasi itu dilanjutkan. “maka dari itu kita membutuhkan tenaga2 antum untuk senantiasa bergabung dlm barisan ini, barisan yang insyaALLAH mengusung suara kebenaran, penyambung suara ketertindasan, kita akan lawan semua ktidakadilan… Bersama2 kita telah hadir akhie Fulan, Kita akan maju bersama akh fulan untuk suksesi kampus tercinta ini…. Allahu akbar!. Ketua rapat itu masih meneruskan sambutannya…. dan kemudian menyerahkan forum itu kepada akh Fulan, selaku yang akan di usung maju dalam suksesi kampus itu…
+ “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih dan berkata: ”Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” (Qs. Al-Fushilat:33) …..
di akhir pernyataanya, akh Fulan menegaskan: “ane ga akan bisa apa2 tanpa antum semua, mari kita satukan tekad, dan luruskan niat2 kita untuk bersama2 memperbaiki kondisi kampus ini. Bukan karena dunia semata, bukan karena tahta, dan bukan pula karena wanita. Mari kita bersatu! Allahu Akbar!, sekali lagi ane tegaskan… Luruskan niat2 kita.. InsyAllah Allah tetap bersama kita.
****
Singkat cerita, pada malam penghitungan suara, diliputi suasana ketegangan, terdengar suara2 tangis kebahagiaan… Allahu Akbar.. Allahu Akbar… Allahu Akbar! disertai derai air mata kebahagiaan, malam itu terasa indah, begitu syahdu dengan nyanyian2 kebahagiaan dari para massa “pendukung” akh Fulan, yang di nyatakan, menang tipis dari rival2 politiknya….
Di ujung2 lorong2 gedung, sahabat2 akh Fulan melakukan sujud syukur… mereka sengaja datang ke kampus untuk menyaksikan penghitungan suara. sahabat2 itu, yang akan men-tegarkan semangat masa pendukung, jika hal terburuk terjadi atau jika kekalahan menimpa akh Fulan. dan mereka akan memberikan selamat serta semangat kemenangan kepada akh Fulan dan kawan2 jika hasil terbaik yang di dapat oleh akh Fulan.
Tak ketinggalan, teman2 seperjuangan dikampus, yang mendukung suksesi ini dari awal sampai batas perjuangan ini, banyak yang berlari menuju musholla kampus dan kemudian serentak mereka mensyukuri hasil perjuangan ini dengan bersama2 besujud kepada sang Kuasa.
***
Esok harinya…..di Rumah kost Akh Fulan,
Krik..krik..krik… suara jangkrik itu terdengar sangat merdu, hembusan angin terasa sangat syahdu…
- Assalamualalikum Wr.Wb, suara akh fulan memulai pertemuan itu, pertemuan ini adalah lanjutan setelah ditetapkannya akh fulan sbg “Pemenang” dlm suksesi kampus.
+ Alaikumslam…. dijawab serentak oleh segenap hadirin di rumah itu,
- Ikhwahfillah… Alhamdulillahirobbil alalmin… syukur kita semua kepada–NYA, tiada yang menandingi-NYA, shalawat salam bg RasulNYA, alhamdulillah, atas pertolongan dari NYA dan atas kerja2 kita semua, tahun ini kita bisa membuktikan kepada “kawan2″ politik kita di kampus bahwa kita bisa!, kita adalah bukan org2 sembarangan. Semoga dengan ini, kita bisa memperbaiki keadaan yang sudah tidak nyaman ini…. Namun, ini bukan akhir perjuangan ikhwah… ini hanyalah pintu gerbang, ini hanyalah satu dari sekian banyak jalan yg hrus kita lalui.. jangan terpedaya dengan “kemenangan ” ini. Ini adalah cobaan dr NYA, dan kita akan senantiasa di beri cobaan2 lain, yang kemudian akan menguji kita, menguji keimanan2 kita, menguji kesetiian2 kita kepadaNYA….. Kita harus senantiasa bertaqarrub kepadaNYA, krn DIA lah sang pemberi amanah ini…
****
(Bersambung)