Rabu (3/3) teman-temanku di KAMMI Banten berangkat aksi ke DPR mengawal grand final pansus Century. Oughh..sedih tak bisa ikutan (hiks!). Tinggal kebagian ceritanya doang. Kamis aku ke kampus, beuh, tuh anak-anak langsung aja mberondong nuturin kisah heroik mereka.
“Teh, kemarin kita tuh ga’ ada kekolotnya. Seangkatan kita aja,” curhat mereka padaku.
Jadi ceritanya aksi Rabu silam itu yang ikutan rata-rata akhwat-akhwat baru (semester 2 & 4). Dan, tak ada satupun akhwat kamda yang ikutan ^^. Ada, satu-dua orang saja yang sudah semester 8 namun sisanya ya akhwat-akhwat baru tadi.
“Pas ditanya, “akhwat siapa korlapnya?” duh kita diem aja. Ga ngerti.” Tambah mereka padaku.
Duh, ukhti, adik-adikku, kasian sekali. Persis anak ayam kehilangan induknya.
“Makanya ba’da rehat sholat Dzuhur kita ga’ di bolehin sama ikhwan ikutan aksi lagi. Kita diem, teh, di masjid. Terus di kasih uang jajan gitu deh.”
Whatz!! Uang jajan?!
“Iya, disuruh diem aja di masjid terus dikasih uang buat jajan. Padahal kita pada mau ikutan aksi lagi.” Umun yang bercerita padaku dengan antusias sore itu.
“Kan udah chaos tuh, teh, makanya kita ga’ boleh kesana lagi.” Tambahnya.
Dari cerita mereka aku tahu bahwa yang ikutan aksi kesana ada 29 orang (akhwat). 2 dari Untirta Serang, 1 dari UNMA dan sisanya IAIN (kalau ga’ salah sih gitu komposisinya, bangga yeuh mentee-mentee urang ^^). Padahal info yang kuterima akhwat ga’ diajak aksi. Eh, pas lihat di tivi kok ya ada akhwatnya? Entah bagaimana ceritanya padahal kesepakatan awal ga’ ajak akhwat, tetep aja ada yang ikut (mantab!).
Ternyata yang ikutan aksi cuma akhwat Banten doang. Dari Pusat, Kamja, dan Bandung akhwatnya pada ga’ ikutan. Lagian, menurut cerita mereka, saat mereka aksi (berbaris di belakang ikhwan) ada sekelompok preman (berbaju hitam dan berwajah papua) yang mengawasi mereka.
“Kita maju, mereka ikutan maju. Kita mundur, mereka juga ikutan. Ih, ngeri, teh.” Tambah mereka lagi.
Wei, jawara ga’ cuma di Banten ya. Alhamdulillah mereka semua baik-baik saja.
“Ngeri sih, tapi pengen lagi!” Kata mereka dengan wajah berbinar. Mulai nih mereka kecanduan demo, hehe. (Mey-Humas)