Cerpen : Anggaplah Ini Cerpen bag.4

Posted: June 25, 2010 by meyzahra in Celoteh Humas

Who The Next?

Oleh : Mey Liza

15 menit lagi tepat jam 4 sore. Sekre Rohis masih sepi padahal rapat koordinasi kominfo (Komunikasi dan Informasi) Rohis se-Serang harusnya sudah mulai dari jam 15.30 tadi. Hanya ada aku dan Kay. Keane dan Kyo ga’ bisa datang. Keane sibuk dikejar deadline ‘Popular’. Kyo ada acara kelas.

Kami berempat ada di Divisi Kominfo (Komunikasi dan Informasi), Kay yang jadi ketua dan kami bertiga jadi staf. Tadinya Keane yang jadi ketua kominfo. Itu sebelum dia jadi pimred ‘Popular’ dan jadi sesibuk ini. ‘Popular’ itu koran sekolah kami, tapi bukan yang daily melainkan weekly. Makin hari kesibukan Keane makin menjadi di ‘Popular’. Dan, rasanya, makin jauh saja dengan Rohis. Well, kurasa Keane sudah menemukan jalannya. Berkat ‘Popular’ dia sudah punya bangku kosong di Fikom (Fakultas Komunikasi) U-Ban. U-Ban, Universitas Banten, adalah kampus tertua di bumi para jawara ini.

Keane, namanya rada bule ya? Emang Keane tuh ada keturunan Slovenia lagi.

“Sedih ya, Ke, jagoan kamu kalah.” Tanyaku pada Keane beberapa hari yang lalu
“Jagoan?” Keane menatapku heran.
“Iya, Slovenia kan semalem kalah sama Inggris.”
“Oh, piala dunia.”
“Ga’ ngikutin, Ra.” Keane berlalu begitu saja.

Dasar Keane dari dulu ga’ suka bola. Sampai negeri leluhurnya tandingpun dia ga’ ngebela.

“Uhh…lama!” Kay mulai resah.
“Telpon gih, Ra. Lama banget sih!”
“Sabar buk, kan baru 5 menit lalu mereka sms bilang otw kesini.” Aku coba menenangkan Kay
“Udah deh gw ke gerbang, tar pada nyasar lagi.” Dengan langkah cepat Kay berlalu.

Hehehe, Kay memang begitu. Rada kurang sabaran orangnya. Tapiiii Kay itu orangnya super baik. Setia kawan banget. Pinter lagi. Tegas, terkadang serius tapi down to earth.
Pernah sekali kami berdua jadi guide anak-anak kelas IX ke pameran buku. Namanya anak-anak baru pasti pada lugu kan. Itu bocah-bocah polos banget di tengah jalan takjub sama gedung-gedung bertingkat di Jakarta. Sampe aku risih dengan penumpang-penumpang lain di busway yang memandang adik-adik kelas itu dengan pandangan merendahkan. Tapi Kay nyantai aja. Bukannya meminta mereka diam *seperti yang kulakukan* Kay malah memberitahu mereka nama setiap gedung terkenal yang kami lewati.

“Ini bundaran HI, yang tempat demo itu.”
“Ini gedung DPR.”
“Ini…”

Dasar Kay!!

Satu lagi yang jadi staf di Kominfo, Kyo. Namanya sih Bian tapi aku lebih suka memanggilnya Kyo. Ingat dunk sama tokoh bad-boy di manga ‘Fruits Basket’? Siapa lagi kalau bukan Kyo Soma yang berambut orange itu. Kyo,eh maksudku Bian, orangnya agak temperamental. Maklumlah dari Sumatra ^_^. Gaya bicaranya yang meledak-ledak mirip sama Kyo Soma. Seperti yang kubilang tadi rada temperamental gitu deh. Walau gitu hatinya baek banget. Pernah aku lihat dia beli batagor buat di kasih ke kucing yang kelaparan di halte depan sekolah. Hehehehe rada aneh ya ni bocah.

Diantara kami berempat cuma Bian yang masih kelas XI. Dia adik kelas kami tapi keahlian design grafisnya membuat Keane kepincut untuk menjadikannya staf di Kominfo.
Harusnya, sih, nanti Bian yang jadi ketua kominfo ngegantiin Kay. Tapi dia ga’ mau gantiin Kay.

“Sibuk, Teh.” Itu alasannya.
“Kalau cuma jadi staf insya Allah ane masih siap.”

Yah Bian! Terus siapa dunk yang nanti ngegantiin Kay jadi Ketua Divisi Kominfo?

(images from zimbio.com)

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s